Loading...
Loading...

Lika-Liku Cowok yang Gak Laku-Laku, Apa Kamu Kayak Saya Juga?

Loading...
Loading...


Pertama. Diawali perjumpaan dengan stok cewek-cewek kece, dimana pun mereka berada. Kemudian, fase-fase tak terelakkan inilah yang terjadi:

Senyam-senyum, Cengar-cengir, Kesengsem Sampai Sok Cool, Salting

Efek semeriwing. Caper (cari perhatian) pasti terbawa secara alami bagi cowok. Bak ‘panggilan alam’ ke belakang. Sama cewek super jutek aja, masih jadi cowok dengan senyum berdaya guna ya nggak? Tiba-tiba aja jadi rajin. Saat cewek itu minta bantuan apa pun pasti dipenuhi.

Pertama kalem. Lama-lama melempem kayak kue apem. Jika mode cool error, kamu jadinya salah tingkah. Mau megang apa, jadinya megang “apa”. Mau ngomong apa, jadinya ngomong “apa”? Salah fokus habis. Terutama yang gak terbiasa menghadapi cewek cakep.
Mendadak Detektif (Kepo)



Tahap berikutnya adalah menggali informasi mengenai gadis tersebut. Anak mana, kelas mana, fakultas apa, ngekos dimana, rumah daerah mana, agamanya, bintang, shio, hobi, ultah, makanan favorit, penyanyi kesayangan, film kesuakaan dan seterusnya.

Daftarnya bakal panjang. Yang paling penting, tipe cowok yang dia suka kayak gimana? Zaman sekarang sih lebih gampang. Ada FB, Twitter, Instagram. Bisa dikorek habis lah itu. Privasi jadi barang langka.
Fase Ngarep



Ternyata dia belum ada ‘monyet’-nya. Horeee, potong tumpeng. Ya kamu ngarep bisa mulai pedekate. Padahal tuh cewek cantik. Otomatis pasti banyak yang ngejer. Rivalitas cowok berkelas sekelas pasti bakalan keras. Apalagi yang serba pas-pasan, duit pas-pasan, prestasi dan popularitas pas-pasan, ditambah muka juga pas-pasan. Ya sudah lah game over.
Fase Nge-fans





Kamu lebih memilih jadi pengagum rahasia. Memandanginya, mengaguminya. Meliriknya diam-diam. Berusaha sekuat tenaga mengajaknya bicara (siapa tahu ada celah). Koleksi foto Si Dia. Menghapal kebiasaannya. Selalu support dia. Dan… ujung-ujungnya cuma ngiler waktu dia mesra-mesraan ama gebetan.
Fase Pedekate





Ini fase pedekate. Berarti kamu punya harapan kalo bisa sampe tahap ini. Prosesnya, paling 1-2 minggu. Di masa SMA, pedekate sebulan malah terbilang terlalu lama. Beda kasusnya jika di kampus. Rata-rata 1 – 3 bulan. Inilah untungnya jadi penyendiri. Kami pengamat yang amat hebat.

Meski ada juga yang sampai setahun baru tumbuh rasa. Kala kuliah semua lebih natural, karena mungkin sudah agak logis dan dewasa kali ya. Kalo di SMA kan meledak-ledak.

Fase Analisa





Fase analisa. Ini sering jadi bahan diskusi lintas ideologi. Semua temen-temen deket mendadak jadi dukun atau pakar telecinta. “Waah ini, dia SMS kayak gini pertanda dia ada rasa niii!”

Lalu kamu harus minta second opinion:

“Gimana menurut lo Joo?”

Kamu masih ragu. Tapi unit detektif sudah bekerja membantu. Itu enaknya punya temen deket. Tapi di sini kelemahan terbesar cowok-cowok. Opini orang lain sering kali jadi landasan pengambilan keputusan, tanpa mempertimbangkan bisikan intuisi. Saat kamu nantinya ditolak, semua sakit hati ya kamu sendiri yang nanggung. Maka, pesan saya, “Kalau kamu jatuh cinta. Siapin mental aja!”
Nembak





Bagi cowok, jatuh cinta itu semudah bernapas. Sering kali cewek tidak sadar bahwa ia telah menebar harapan lewat sikap baik dan ramahnya. Cowok mulai berharap. Terutama pada kasus cowok-cowok kurang berpengalaman.

Sisi indahnya sih kalau dia juga bisa menerima. Atau yang lebih bagus lagi, juga jatuh cinta juga (ama kamu, bukan ama temenmu). Dilematisnya, kamu yang capek-capek ngejer.

Masalah lebih kompleks kalo temanmu jadi tertarik ama itu cewek gara-gara sering kamu ceritain, dia jadi tahu banyak. Padahal temenmu punya bakat terpendam. Lebih jago ngomong. Pandai berpenampilan. Bisa membuat nyaman cewek. Ujung-ujungnya jadian ama gebetanmu (nikung gitu).



Kamu kehilangan satu sahabat (penghianat), dan satu cewek yang kamu suka ternyata gak suka kamu. Baguslah! Kamu jadi belajar banyak. Beban hidupmu berkurang. Kamu jadi lebih FOKUS ke hal-hal yang lebih krusial bagi kemapanan mas depanmu. Kuliah kek. Bangun bisnis kek. Passion apa kek. Dari pada bokek akibat pacaran. Belum tentu juga dia jadi istrimu. Belum tentu pula dia bisa jadi istri yang baik.

Rata-rata lika-liku cowok-cowok gak laku itu seperti itu. Kamu sering ngabisin waktu! Saya pernah ngebayangin cewek inceran saya semaleman sampai sulit tidur. “Ck ck ck sakit ni orang!” Begitu komentar saya pada diri saya sendiri setelah saya insaf.

Sebenernya yang mesti kamu sasari itu. Cowok yang seperti apa yang dikejer cewek-cewek. Dan cewek-ceweknya pun. Cewek-cewek seperti apa? Kalau kita bicara perempuan yang akan jadi Ibu anak-anakmu. Ya jelas kamu harus lebih selektif.

Yang seru itu, kamu dan dia tumbuh bersama. Setelah saling kenal sekian lama . Tumbuhlah rasa cinta. Lalu, sengat-sengat asmara bergemeretak. Pas kamu berdua dapet kerja, lamaran dah. Akhirnya Sang Istri harus rela melepas karir-nya demi membesarkan Sang Anak tercinta.

Catat ini ya!

Cewek dewasa cerdas berkelas, yang matang kepribadiannya. Lebih tertarik dengan cowok bertampang biasa aja, tapi punya potensi kaya raya. Dari pada cowok ganteng keren seksi, populer pemalas, yang ujung-ujung hidupnya dibiayai istri!!

Terdengar keren kan. Soal eks sahabat yang nikung kamu? Syukur deh, ketahuan sekarang dia nikung kita. Coba pikir nanti kalau kalian terus bersahabat, terus dia tiba-tiba nikung istrimu! Lebih nyesek lagi, bisa saling bunuh, bahaya kan.

Kesimpulannya kepahitan apa pun dalam hidupmu. Termasuk masa kesendirian (Single or Jomblo). Penolakan, pengabaian, penyia-nyiaan dari cewek yang kamu suka. Sahabat yang tak disangka nikung. Segala ada tujuannya Tuhan menimpakan kemalangan-kemalangan tersebut padamu Sob Selipan.


Ada pembelajaran, dan penyelamatan Tuhan (hikmah) dibaliknya! Tak usah lah kamu risau. Roda kehidupan terus berputar. Dan hukum kausalitas (sebab~akibat) akan berlaku. Termasuk untuk eks temenmu yang nikung itu.

0 Response to "Lika-Liku Cowok yang Gak Laku-Laku, Apa Kamu Kayak Saya Juga?"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1